

SMK Ma’arif NU 2 Ajibarang (SMK Manuda) mendatangkan guru tamu dari Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) pada Rabu (21/5) hingga Sabtu (24/5). Guru tamu mengisi untuk enam program keahlian (Proli), yaitu Teknologi Farmasi (TF), Teknik Laboratorium Medik (TLM), Layanan Kesehatan (LK), Broadcasting dan Perfilman (BP), Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), dan Pemasaran. Kegiatan ini dilaksanakan di RKB SMK Manuda dan beberapa ruang laboratorium sesuai kebutuhan pembelajaran.
Pengadaan guru tamu merupakan salah satu program kerja Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum (WKS 1) dalam mengintegrasikan pembelajaran berbasis industri ke dalam sekolah. Ragil Aminudin, selaku WKS 1 menyatakan bahwa pengadaan guru tamu bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengalaman yang lebih luas kepada peserta didik dengan mendatangkan pengajar profesional di bidang tertentu. “Tujuan dari pengadaan guru tamu di sekolah tentu untuk memberikan wawasan dan pengalaman kepada peserta didik, dengan kami mendatangkan pengajar profesional atau ahli di bidang tertentu yang punya pengalaman praktis,” ungkap Ragil.
Guru tamu yang didatangkan merupakan relasi DUDI dari sekolah yang sudah menjalin kerja sama di berbagai program. Guru tamu dari proli TLM, yaitu dari Universitas Al-Irsyad Cilacap, proli TF dari Rumah Sakit An-Nikmah Wangon dan Wisata Kesehatan Jamu (WKJ) Tegal, proli LK dari Rumah Sakit An-Nikmah Wangon, proli BP dari Satelit TV, proli AKL dari Rita Supermall Purwokerto, dan proli Pemasaran dari Bikin Kreatif. Pelaksanaan pembelajaran dari guru tamu dapat memberikan manfaat signifikan bagi peserta didik karena dapat belajar langsung dari para profesional yang memiliki pengalaman nyata di bidangnya.
Ergia, guru tamu dari WKJ Tegal menyatakan bahwa respon anak-anak cukup antusias meskipun mayoritas anak-anak masih terfokus pada farmasi klinis. “Respon anak-anak cukup baik, antusias juga. Cuma memang mayoritas masih condong ke farmasi klinisnya belum terlalu familiar dengan farmasi industri,” ungkap Ergia ketika melakukan evaluasi setelah pembelajaran. Senada dengan Ergia, guru tamu dari Satelit TV juga menyatakan bahwa peserta didik memberikan respon yang baik dalam pembelajaran. “Wah rame banget. Anak-anak juga antusias, terus aktif juga,” ungkap perwakilan dari Satelit TV. Tak hanya itu, perwakilan dari Rumah Sakit An-Nikmah, Sunarsih juga merasa senang saat mengisi materi. “Anak-anak ramai. Banyak yang tanya. Tadi untuk yang tanya kami beri sedikit bingkisan. Alhamdulillah responnya baik,” ucap Sunarsih.
Rafik Rumansyah, peseta didik kelas XI Pemasaran yang turut mengikuti pembelajaran dengan guru tamu menyatakan bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat. “Kegiatan guru tamu yang telah kita laksanakan kemarin sangat bermanfaat, menambah ilmu baru dan saling sharing pengalaman dalam industri tersebut. Rafik juga mengungkapkan bahwa adanya guru tamu dari pelaku bisnis online dan agency, ia mendapat ilmu yang tidak didapatkan di sekolah.
Senada dengan Rafik, Maitsa Rona, peserta didik kelas XI LK C juga merasa bahwa pengadaan guru tamu ini sangat bermanfaat dan cara penyampaiannya seru. “(kegiatan guru tamu) sangat bermanfaat karena kita jadi tahu materi tentang cara menjaga kebersihan di rumah sakit, informatif dan cara penyampaiannya juga seru dan ngga bikin bosen,” ungkap Rona. Rahmalia, peserta didik kelas XI LK A juga merasakan hal yang sama. “Acaranya cukup seru, menarik, dan menambah wawasan dan pengetahuan juga tentang sterilisasi alat. Apalagi disertai hadiah-hadiah yang cukup menarik,” tukas Rahmalia.
Kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi lebih lanjut pihak sekolah dengan DUDI. Salah satunya dengan DUDI Bikin Kreatif dari Pemasaran yang menawarkan kesempatan peserta didik untuk magang dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di sana. Pihak Bikin Kreatif sangat menyambut baik program sekolah dan siap memfasilitasi peserta didik untuk belajar secara langsung ke dunia usaha dan industri seperti DUDI dari proli lainnya. Ragil berharap ke depannya pengadaan guru tamu dapat dilaksanakan secara lebih terstruktur dan terintegrasi dengan kurikulum sekolah. “Harapannya ya tentu semakin banyak ilmu yang bisa diakses peserta didik melalui kehadiran guru tamu yang kompeten dan kami juga berharap ke depannya pengadaan guru tamu dapat dilaksanakan secara lebih terstruktur dan terintegrasi dengan kurikulum sekolah,” ucap Ragil.
_Redaksi Manuda
