Selasa (22/4), SMK Ma’arif NU 2 Ajibarang menyelenggarakan kegiatan P5 Tema Kearifan Lokal yang terintegrasi dengan Gebyar Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) kelas XII. Kegiatan P5 diikuti oleh siswa kelas X dan XI yang didampingi oleh seorang guru sebagai fasilitator. Kegiatan dilaksanakan di area lapangan SMK Manuda.
P5 Tema Kearifan Lokal merupakan tema yang bertujuan untuk mengenalkan dan menghargai budaya dan kearifan lokal daerah di Indonesia. P5 Kearifan Lokal mengangkat tema “Kenali Kuliner Nusantara, Cintai Warisan Indonesia”. Tema ini dilaksanakan untuk mengenalkan ragam kuliner nusantara yang berkembang di Indonesia.
Siswa kelas X dan XI melakukan liputan terhadap produk makanan dan minuman nusantara yang ditampilkan kelas XII pada kegiatan Gebyar PSAJ. Gebyar PSAJ merupakan puncak dari rangkaian kegiatan projek PSAJ kelas XII yang menampilkan pementasan drama dan pameran produk. Siswa kelas XII menampilkan drama mengenai berbagai cerita sejarah di Indonesia dan menyajikan berbagai makanan dan minuman nusantara.
Ragil Aminudin selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum (WKS 1) menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan PSAJ yang juga menjadi salah satu bentuk penguatan kesadaran peserta didik mengenai kuliner nusantara. “Iya, jadi memang dibuat bareng dengan gebyar PSAJ, di mapel PKK membuat produk makanan minuman nusantara. Nah, kelas X XI masuk di P5nya, di tema kearifan lokal,” ungkap Ragil.
Siswa kelas X dan XI melakukan liputan terhadap produk bazar PKK kelas XII yang dibuat dalam bentuk buletin. Lebih lanjut, Ragil menyebutkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan makanan dan minuman nusantara kepada peserta didik. “P5 ini (kearifan lokal) juga tentu ada tujuan untuk mengenalkan makanan minuman nusantara, ya. Kebetulan dibuat juga di PSAJ kelas XII ,” tambah Ragil.
Hasil pekerjaan peserta didik kemudian diunggah di story Whatsapp, media sosial, dan diunggah pada link google drive yang disediakan oleh Bidang kurikulum. Farel Zaqie Ferdiansyah, siswa kelas XI Teknik Laboratorium Medik mengatakan bahwa kegiatan ini mengasyikan dan dapat dijadikan ajang refreshing. “Asyik banget, dan bisa jadi kaya refreshing. Ditambah lagi ada macam-macam makanan dan enak, jadi kita kelas X dan XI juga ngga ngerasa terbebani dengan kegiatan P5,” ungkap Farel.
Senada dengan Farel, Rafik Rumansyah, siswa kelas XI Pemasaran menyatakan bahwa kegiatan sudah bagus, meskipun ada sedikit kendala. “Untuk kegiatan P5 sudah bagus, meski ada kendala sedikit, tapi ya secara umum sudah bagus,” tambah Rafik. Tak hanya kelas XI, kelas X pun merasakan hal yang sama. Haya Aqila, siswa kelas X Layanan Kesehatan mengungkapkan bahwa makanan yang disajikan enak-enak, pementasan dramanya sangat menjiwai, dan kakak kelas XII juga ramah. “Seru banget, makanannya enak-enak, pementasan dramanya juga bagus, pemainnya menjiwai. Terus kakak-kakanya juga ramah-ramah,” ungkap Haya.
Selain dari siswa kelas X, XI, Alifa Arum Dani, siswa kelas XII Teknik Laboratorium Medik juga turut senang dengan kegiatan ini. Menurutnya baik bazar kuliner maupun pentas sejarah yang disajikan sangat edukatif dan seru. “Kegiatan hari ini gokil sih. Bazar makanannya enak-enak dan pentas sejarahnya juga ngga kalah keren. Pokoknya vibes-nya dapat banget edukatif tapi tetap seru,” ungkap Alifa.
Kegiatan P5 merupakan bagian dari struktur kurikulum yang harus dilaksanakan oleh sekolah. Ragil berharap dengan adanya P5 Kearifan Lokal dan gebyar PSAJ ini bisa mempererat kebersamaan antar angkatan dan mendorong siswa untuk lebih mengenal dan mencintai budaya dan warisan nusantara. “Ini juga bisa untuk mempererat kebersamaan antar angkatan ya, terus juga bisa mengenalkan siswa tentang budaya, warisan, termasuk kuliner yang ada di Indonesia,” tutur Ragil.
_Redaksi Manuda
